Saturday, December 17, 2011

Tarbiyah Kota Ummu Qays


"Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah [2]; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan [rasul-rasul]. (137)"




Alhamdulillah,diberi kesempatan sekali lagi untuk ke kota itu.Kota yang dahulunya pernah dijajah oleh Rom,kemudian perkembangan islam semasa zaman Umayyah telah membolehkan islam pula menguasainya.Buktinya terdapat sendiri  pada perbezaan warna batu di Ummu Qays.Yang hitam itu Rom,Yang putih itu tanda peninggalan pemerintahan islam.

Dan hari itu kami  ke Ummu Qays bukanlah untuk bergembira,apatah lagi untuk sesi fotografi,jauh lagi berbangga dengan kawan2 di Malaysia yang kami telah sampai ke salah sebuah tempat yang cantik yang terdapat di Jordan.Tapi hari ini  derapan langkah kaki kami untuk berjalan dan memerhatikan sambil mengambil ibrah.Berfikir bagaimana  Rom yang sangat hebat dulu bertahun-tahun menguasai kawasan ini akhirnya berjaya ditumpaskan oleh islam pada zaman Umayyah yang semasa tu islam belum lagi menjadi Ustaziyatul Alam namun sudah cukup  kuat untuk menumpaskan sebuah kuasa besar .

Dan hari ini,kita lihat Alhamdulillah, islam masih berada di Jordan.tetapi islam yang bagaimana?Islam pada nama atau islam pada kata kerja?Kalau benar islam,berserah diri pada Allah,kenapa masih ada muda-mudi yang  ikhtilat,kapel,rokok,pengotor.adakah ini identiti islam?Dan kenapa semua ini terjadi?Lupakah mereka untuk merujuk manual hidup yang memberikan keterangan tentang kehidupan ini bagaimana seharusnya?

“[Al Qur’an] ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (3:138)”

Hebat kan Kafir menjauhkan kita dari Al-Qur’an.ibarat seseorang yang ingin mengambil Al-Qur’an di atas permaidani tanpa memijaknya.Sebaliknya menggulung perlahan-lahan permaidani itu sehinggalah dapat dicapai Al-Qur’an tadi

Begitulah rencana mereka dalam menjatuhkan kita hari ini.Perlahan-lahan Al-Qur’an dijauhkan tanpa perlu memijak semua umat islam yang sedang lalai dengan peperangan yang menumpahkan darah.Cukup sekadar serangan pemikiran,suapan hiburan yang tidak pernah putus.Dan hari ini,umat kita terleka lagi,zahirnya islam,batinnya kosong!

Sedih,pilu,hampa dan kecewa  dengan umat sendiri yang semakin tenat.Tetapi sampai bila kita mahu bersedih?
Bukankah kita adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya?



"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah [pula] kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi [derajatnya], jika kamu orang-orang yang beriman. (3:139)

Hebatkan Allah memotivasikan kita.Kita adalah yang paling tinggi derajatnya.Tetapi jangan lupa,tidaklah kemuliaan itu datang melainkan jika kita betul-betul mengimani keislaman kita.Dan sebab itu bukanlah kejatuhan islam hari ini adalah tanda Allah tidak sayang kita,atau bukan lah ianya sesuatu perkara yang sengaja dibuat Allah tetapi ada sesuatu yang perlu kita muhasabah bersama.



“Jika kamu [pada perang Uhud] mendapat luka, maka sesungguhnya kaum [kafir] itupun [pada perang Badar] mendapat luka yang serupa. Dan masa [kejayaan dan kehancuran] itu, Kami pergilirkan di antara manusia [agar mereka mendapat pelajaran]; dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman [dengan orang-orang kafir] dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya [gugur sebagai] syuhada [3]. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,” (3:140)
semput dan tercungap-cungap.Itulah perasaan yang ana dapat gambarkan saat mengetahui kita suatu masa dahulu pernah bersungguh-sungguh mendaki ketinggian derajat untuk meletakkan islam di tempat paling atas.Namun kelalaian itu telah memusnahkan kita,menjatuhkan kita seolah-olah bergolek2 dari gunung yang tinggi jatuh menjadi orang-orang terhina hari ini.Penat lelah para sahabat,khulafa’tabi dan tabien menegakkan islam,lalu umat islam menjatuhkannya sendiri kerana bisikan syaitan yang mengusasai diri.

Namun,telah Allah nukilkan dalam ayat di atas,waktu kejayaan dan kehancuran itu Allah pergilirkan.Makanya suatu hari nanti kita akan berada di atas semula.Tetapi apakah kita mahu menjadi dalam golongan pemerhati sahaja,atau kita mahu turut terlibat menjadi pasukan hero yang mengubah dunia.Ibarat seperti sukan bola sepak.Cukupkah sekadar kita menjadi penyokong nombor satu dengan melihat dan berteriak,atau anda ingin memilih menjadi penggelecek bola yang menjaringkan gol kejayaan lantas nama dijulang bersama piala di sisi?

Suatu perkara yang perlu kita lakukan,sebuah perubahan dan perubahan itu bermula dari diri.

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”[13:11]

Dan hari itu,Tasik Galilei dari kejauhan kota Ummu Qays itu memberi peringatan
Surutnya yang semakin dahsyat tanda kiamat yang semakin dekat
Dan Fitnah itu akan muncul tidak lama lagi
Maka perlukah kita menagguhkan perubahan ini?

Persoalannya,formula apakah yang digunakan Rasulullah untuk mengubah sahabat-sahabat dari zero menjadi hero?

Tarbiyah,itulah kuncinya.wallahua'lam


3 comments:

zikri said...

and that is how islam..will carry on..
it's the secret.

Anonymous said...

teruskan menulis penulisan yg pnuh manfaat, sy selalu ambil isi dari blog ni buat topik ta'lim dlm usaha tajmi' junior2.. moga diberi keizinan berbuat demikian, credit pahala utk tuan punya blog. :)

Aliyah Al~Istiqamah said...

anony-alhamdulillah,Allah jualah yang mengilhamkan idea utk menulis
tafadholli utk menggunakan segala penulisan ana utk dikongsi
semoga Allah redha